Senin, 23 Juli 2012

Kisah Nabi Musa dengan seorang penzina.


Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia Berkata, "Wahai Nabi  Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina."Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun...lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina" Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy) Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.

Minggu, 22 Juli 2012

Marnoy, Fenoy & AnTHy


Jagalah apa yang kita miliki selama semua masih bersamamu,,,,


narsis.com....

serasa di Eropa.....






Edisi mati lampu,,,,

 
                                           ComEL,,,                                                
sesuatu hal yang tidak direncanakan terkadang hasilnya lebih baik,,,,





Memories OF GAdO - gAdO

seNyuman MaUT

 coba Liat Backgoundnya,,,,


Lagi Kerjaian TugasKULIAH

 Grand MaLL

before kuliah Manajemen Umum Dosen Obert
Andai semua orang didunia ini mengerti arti sebuah kebersamaan pasti dunia ini terasa sangat indah,,
 Model : Topan, Arif, Mas Sismanto, Mas Joko, Vitoy, Marnoy, Linoy, Fenoy & anthy,,,,

MeMOriES Of Amal BEacH

judulnya Menatap Matahari By..aNty

LoVE
Model : AnTHy, MaRnI, dIAh, & YuLy
Catatan : Udh lupa kapan fotonya,,awal Masuk Kuliah Dech


HaRUskah MeReka TaHu



Ketika ada sebuah pertanyaan yg terlontar buatKU "uDaH berapa lama" ataU sekedar bertanya " Mengapa & KEnapa",,,,,,,emHH tepok JIdat Deah!!!! berusaha TErsenYum !!!! keEp Smile ,,,,,,Hati kecilku hanya bisa berkata "Cukup AKU & RaBB ku saja yg tahu,,,,,

Setiap pribadi mempunyai sebuah kenangan ,,,tetapi cukuplah disimpan dan ditata rapi dalam sebuah Diary kehidupan karena setiap lembaran harus tetap diisi dengan sebuah cerita yang baru dan lebih indah,,,,,,
sebuah cerita dalam diary kehidupan tak selamanya hanya ditulis dengan tinta yang berwarna hitam tetapi harus ditulis dengan tinta yang berwarna warni agar terlihat penuh arti dan menarik....

by,,anThy

Sabtu, 21 Juli 2012

My HOnEy

EManG sih fotonya ga menarik tapi yang penting orangnya menarik,,he,,he,,,he,,,,,,,tapi my honey agak sedikit cerewet !!!!! tapi inilah,,,Ya mau diapa,,...jawaban yang sering terlontar dari bibirku saat dia bertanya padaku,,,,,,,

aku tak ingin berpikir mengapa aku bisa bersamanya,,atau sudah berapa lama aku bersamanya,,,tetapi apa yang bisa aku lakukan selama bersamanya itulah cara indah yang bisa aku lakukan,,,,,


thank you for Allah ,,,,atas semua anugerah yang engkau berikan kepadaku,,,,,,,Keep Smile

Jumat, 20 Juli 2012

TADARUS AL-QURAN PENGHIAS RAMADHAN

Islam menggalakkan umatnya untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat. Oleh itu Allah telah menurunkan al-Quran kepada Nabi Muhammad s.a.w supaya dapat memimpin umatnya ke arah hidup yang sempurna.

Firman Allah S.W.T dalam surah al-Baqarah ayat 1-5:

﴿اۤلۤمۤ ` ذٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ ` الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ` وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَاۤ أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالأَخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ ` أُوْلَـۤئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـۤئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ`

“Alif Laam Mim. Demikianlah kitab al-Quran tidak ada ragu-ragu lagi di dalamnya, ia memberi petunjuk kepada orang-orang yang bertaqwa (berbakti kepada Allah). Iaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib (tidak dapat diketahui atau tidak dapat dilihat) dan mereka mendirikan sembahyang (solat) dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami kurniakan kepada mereka. Dan mereka beriman pada apa yang diturunkan kepada kamu (Injil, Zabur, Taurat) dan di akhirat nanti Allah akan meletakkan mereka di tempat yang sempurna. Mereka itulah yang menerima petunjuk dari Tuhan mereka, mereka itulah daripada golongan orang yang berjaya”.

Daripada ayat ini jelaslah bahawa membaca al-Quran dan beramal dengan isi kandungannya mempunyai banyak kelebihan dan dimuliakan di sisi Allah S.W.T. Kelebihan ini dilipat gandakan lagi apabila ianya diamalkan pada bulan yang penuh keberkatan yaitu bulan Ramadhan dengan bertadarus. Tadarus ialah membaca al-Quran secara berdua, bertiga atau berkumpulan, di mana caranya ialah seseorang membaca manakala yang lain mendengar sambil memperbaiki bacaan jika ada dan seterusnya dengan bergantian.

Daripada Abu Hurairah r.a berkata, aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:
“Sesiapa yang berharap untuk menemui Allah S.W.T, maka hendaklah memuliakan ahli Allah”, maka disoal lagi: “Wahai Rasulullah! Adakah Allah mempunyai ahli?” Jawab Rasulullah: “Ya”. Soal lagi: “Siapakah mereka itu?”
Jawab Rasulullah: “Ahli Allah di dunia ialah mereka yang selalu tadarus dan membaca al-Quran, adakah tidak ada orang orang yang menerima kemuliaan itu dimuliakan oleh Allah dan dimasukkan ke syurga, sebaliknya mereka yang dihina, maka sesungguhnya Allah akan menghina lalu dimasukkan ke neraka. Wahai Abu Hurairah, tiadalah di sisi Allah seorang yang dimuliakan daripada orang yang bertadarus dan membaca al-Quran, tidak ada seorang itu membawa dan membaca di sisi Allah dimuliakan daripada salah seorang kamu kecuali para nabi”.

Oleh itu, sebaik-baik hamba itu ia membaca al-Quran serta mendalami, mengkaji dan menghayati segala kandungannya kemudian mengajarkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w:

"خَيْرُ كُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآن وَعَلَّمَه"

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang membaca al-Quran dan mempelajari isi-isi kandungan ayat-ayat al-Quran itu (dan mengajarkannya kepada orang lain)”.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a:
Rasulullah s.a.w telah bersabda: “Iri hati (hasad) tidak dibenarkan melainkan 2 perkara sahaja iaitu seorang yang mana dihormati dengan bacaan al-Quran dan terus berada dalam keadaan yang demikian siang dan malam dan seorang lagi yang mana dilimpahkan kurnia dengan harta yang banyak oleh Allah S.W.T dan membelanjakan siang malam pada jalan Allah”.

Dalam hadis di atas, hasad yang dimaksudkan ialah sifat ingin berlomba yang diridoiAllah. yaitu dengan berlomba-lomba membaca atau memperbanyakkan bacaan al-Quran siang dan malam. Serta membelanjakan harta yang dikurniakan Allah siang dan malam dijalan Allah.

Oleh itu, ditambah dengan keberkatan bulan Ramadhan ini, maka setiap umat Islam mestilah berlumba-lumba untuk menambahkan amalan masing-masing. Ini kerana hati yang tidak ada al-Quran seumpama rumah yang kosong. Sebagaimana hadis Rasulullah s.a.w;

Daripada Abdullah bin Abbas r.a telah meriwayatkan, sabda Rasullullah s.a.w: “Seseorang yang tidak ada sebahagian pun al-Quran di dalam hatinya adalah seumpama rumah yang ditinggalkan (kosong)”.